Tuesday, November 11, 2025

Thought for the Day - 11th November 2025 (Tuesday)


Names and forms are momentary. The form of the tiger is momentary. The form of the snake is momentary. As names and forms are momentary, take them as such. However, the principle of non-dualism should not be misconstrued. In your pocket, you have a pen. The other man also has a pen in his pocket. You cannot take another man’s pen from his pocket. Is it proper? No! At the worldly level, your pen belongs to you, My pen belongs to Me. If you slip, you sustain a fracture of your leg. Then you may have a bandage. Your mother has intense love for you. Your mother may feel sad because you are suffering. But it is not possible for her to have the bandage on her leg. Individuals are different, but the pain may be the same for both. You will have the pain of a fracture; your mother will have the pain that you are suffering. But the mother is not having pain of the fractured leg. Mother is feeling sad because of the suffering of the son, not of the fracture. So, you can follow non-dualism in feeling, but not in action. 


- Divine Discourse, Apr 26, 1993.

In this world, you and the world are temporary. But Truth and Love are permanent. 


Nama dan rupa adalah bersifat sementara. Rupa dari harimau adalah sementara. Rupa dari ular juga bersifat sementara. Ketika nama dan rupa adalah sementara, perlakukan keduanya sebagai sesuatu yang sementara. Bagaimanapun juga, prinsip tanpa dualitas jangan disalah artikan. Dalam sakumu, anda memiliki sebuah pena. Orang lain juga memiliki pena di dalam sakunya. Apakah pantas anda mengambil pena dalam sakunya? Tidak! Dalam tataran duniawi, pena anda adalah milik anda, pena-Ku adalah milik-Ku. Jika anda terpeleset dan kaki anda patah maka kaki anda akan dibalut perban. Ibu anda memiliki kasih yang mendalam pada diri anda. Ibu anda akan merasa sedih karena penderitaan yang anda alami. Namun adalah tidak mungkin bagi ibu anda untuk menaruh perban di kakinya. Individu adalah berbeda, namun rasa sakit adalah bisa dirasakan sama. Anda merasakan sakit karena patah tulang; ibu anda merasakan sedih atas penderitaan yang anda alami. Ibu merasa sedih karena penderitaan yang dialami putranya, namun tidak karena patah tulang. Jadi, anda bisa menerapkan tanpa dualitas dalam perasaan namun bukan dalam tindakan. 


- Divine Discourse, 26 April 1993.

Dalam dunia ini, diri anda dan dunia adalah sementara. Namun kebenaran dan kasih adalah bersifat kekal.

No comments: