Monday, May 9, 2011

Thought for the Day - 7th May 2011 (Saturday)

Dharma is universal. There is a test that may be applied to any action to determine if it is according to Dharma. Let not your deeds harm or injure another. This flows from the recognition that the divine spark is the same in every form, and if you injure another you are injuring the same divinity that is in yourself. Dharma enables you to come to the recognition that anything that is bad for another form is also bad for you. The test of Dharmic action is stated very clearly in the saying: "Do unto others as you would have them do unto you".

Dharma itu bersifat universal. Ada suatu ujian yang bisa diterapkan untuk menentukan apakah tindakan yang dilakukan sesuai dengan Dharma. Janganlah engkau menyakiti atau melukai orang lain. Pahamilah bahwa dalam diri kita mengalir percikan ilahi yang sama dalam setiap wujud, dan jika engkau melukai orang lain, sama artinya engkau melukai ketuhanan yang sama yang ada di dalam dirimu sendiri. Dharma memungkinkanmu untuk menyadari bahwa segala sesuatu yang buruk yang engkau lihat dalam wujud orang lain hal itu sebenarnya keburukanmu sendiri. Dharma dengan jelas mengatakan: "Perlakukanlah orang lain seperti engkau memperlakukan dirimu sendiri ".

-BABA

Friday, May 6, 2011

Thought for the Day - 6th May 2011 (Friday)

Revere your mother and Motherland. This is the teaching that our scriptures have been propagating since ages. The Vedas say “Maathru devo bhava”, revere your mother as God. This applies even to your country of birth, your motherland. Revere your country and follow its culture. Revere your mother, who has brought you up with love, care and sacrifice. However famous one may be, if one does not revere one’s mother, one is not deserving of respect. A person whose heart is so hard that it does not melt at the pleadings of the mother deserves nothing but ridicule.

Hormatilah ibumu dan Ibu Pertiwi. Ini adalah ajaran suci yang telah disebarkan sejak jaman dahulu. Veda mengatakan "Maathru Devo bhava", hormatilah ibumu sebagai Tuhan. Hal ini juga berlaku bagi negara tempat kelahiranmu, ibu pertiwi. Hormatilah negaramu dan budayanya. Hormatilah ibumu, yang telah memeliharamu dengan penuh cinta-kasih, merawat dan berkorban untukmu. Bagaimanapun terkenalnya seseorang, jika ia tidak menghormati ibunya, seseorang tidak pantas mendapatkan kehormatan. Seseorang yang hatinya begitu keras sehingga tidak mencair pada permohonan ibunya, tidak pantas mendapatkan apapun selain cemoohan.

-BABA

Thursday, May 5, 2011

Thought for the Day - 5th May 2011 (Thursday)

Cultivate the atmosphere of love and cooperation, and you can ensure joy for ever more. Seek ways of working together for the common good. Ahamkaaram and Mamakaaram - the sense of I and Mine - these scotch love and cooperation. Reduce them to the minimum and then start serving the needy and the distressed. Service is best built on the strong foundation of Tat Tvam Asi (That thou art). There is no other; there is only One. Many kites fly high; but the same air keeps all of them aloft. The pots of water in which the Sun is reflected may be many, but the Sun is One and remains unaffected even when the pots break or the water is dried up. Understand that all help you render is therefore help given to yourself; all service is to the Self alone.

Kembangkanlah suasana cinta-kasih dan kerjasama, dan pasti selama-lamanya engkau akan mendapatkan sukacita. Carilah cara bekerja sama untuk kebaikan bersama. Ahamkaaram dan Mamakaaram – perasaan aku dan kepunyaanku – sifat-sifat ini dapat menghalangi cinta-kasih dan kerjasama. Kurangilah perasaan aku dan kepunyaanku se-minimal mungkin dan kemudian mulailah melayani orang yang membutuhkan dan orang yang mengalami kesulitan. Pelayanan yang terbaik adalah pelayanan yang dibangun di atas fondasi yang kuat dari Tat Tvam Asi (Aku adalah Engkau). Tidak ada yang lain, hanya ada Satu (Tuhan). Banyak layang-layang terbang tinggi, tetapi udara yang sama membuat mereka semua terbang tinggi di awan. Jambangan dimana Matahari dapat tercermin sangat banyak, tetapi Matahari hanya Satu dan tetap tidak terpengaruh bahkan ketika jambangan itu pecah atau airnya kering. Pahamilah bahwa ketika engkau melayani orang lain, engkau melayani dirimu sendiri, dan semua pelayanan yang diberikan sama artinya dengan melayani Tuhan.

-BABA

Thought for the Day - 4th May 2011 (Wednesday)

Atma is like the control room. Once you gain access to the ‘control room’, all your senses and the mind will be under your control. When the main switch of the house is turned on, the bulbs in all the rooms will glow. The Atma is like the main switch and the senses are like the bulbs in different rooms. These rooms are of your own making. Each room is separated from the other by a wall. Once the walls are demolished, only one big hall remains. Body attachment is like the wall that separates one from the other and which comes in the way of realizing the Self. Once this wall is broken down, you will realize the infinite and immortal Self.

Atma dapat diibaratkan seperti ruang kontrol. Setelah engkau mendapatkan akses (jalan masuk) ke 'ruang kontrol', semua inderamu dan pikiranmu akan berada di bawah kendalimu. Ketika saklar utama di dalam rumah diaktifkan, lampu di semua kamar akan menyala. Atma dapat diibaratkan seperti saklar utama dan indera adalah bola lampu di ruangan yang berbeda. Kamar ini engkau sendirilah yang membuatnya. Setiap kamar dipisahkan dengan dinding. Setelah dinding dibongkar, yang tersisa hanyalah satu hall besar. Keterikatan pada badan dapat diibaratkan seperti dinding yang memisahkan seseorang dengan yang lainnya dan ini bisa ditembus dengan cara menyadari Atma. Setelah dinding ini dibongkar, engkau akan menyadari Atma yang tak terbatas dan abadi.

-BABA

Tuesday, May 3, 2011

Thought for the Day - 3rd May 2011 (Tuesday)

Love should not be rationed, on the basis of caste, creed or economic status, or intellectual attainment of the recipient. It should flow full and free, regardless of consequence, for, it is one's nature of love, to seek out the dry dreary wastes, which love can water and make fertile.

Cinta-kasih seharusnya tidak dibedakan berdasarkan kasta, keyakinan atau status ekonomi, atau pencapaian intelektual bagi yang menerimanya. Cinta-kasih ini seharusnya mengalir penuh dan bebas (tidak terikat), tanpa memperhatikan konsekuensi, karena sifat sejati seseorang adalah cinta-kasih. Bahkan pada lahan yang tandus-pun, dengan adanya cinta-kasih bisa mendatangkan air dan membuatnya subur.

-BABA

Monday, May 2, 2011

Thought for the Day - 2nd May 2011 (Monday)

Like food to a starving man, like showers on a parched field, the Vedic science of spiritual self-discovery is the life-giving succour for a society that is sliding down to destruction having lost its hold on truth, morality, peace and love. You are the instruments in the spread of Vedic truth among the farthest corners of this vast land; you are the chosen ones! You have to show by precept and by example that the path of self-realization is the path to perfect joy. On you lies a great responsibility; the responsibility of demonstrating by your calmness, composure, humility, purity, virtue, courage and conviction under all circumstances, that the Sadhana (spiritual practices) you follow has made you a better, happier and more useful person. Practice and demonstrate, do not simply assert in words and deny in deeds.

Seperti makanan bagi orang kelaparan, seperti siraman air di padang gersang, pengetahuan Veda-lah yang memberikan pertolongan dalam kehidupan bagi masyarakat yang tergelincir ke dalam kehancuran karena telah kehilangan pegangan pada kebenaran, moralitas, kedamaian, dan cinta-kasih. Engkau adalah instrumen dalam penyebaran kebenaran Veda di seluruh pelosok negeri, engkau adalah orang-orang yang terpilih! Engkau harus menunjukkan dengan contoh bahwa jalan realisasi diri (menyadari Atma) adalah jalan menuju kebahagiaan yang sempurna. Di tanganmu-lah terletak tanggung jawab yang besar; tanggung jawab itu ditunjukkan dengan ketenangan, kesabaran, kerendahan hati, kemurnian, kebajikan, keberanian dan keyakinan pada setiap keadaan, bahwa Sadhana-mu (praktek spiritual) telah membuatmu menjadi orang yang lebih baik, lebih bahagia dan lebih berguna. Jangan sekadar menyatakan dalam kata-kata dan tidak dilakukan dalam perbuatan, praktekkanlah.

-BABA

Sunday, May 1, 2011

Thought for the Day - 1st May 2011 (Sunday)

Saturate every breath of yours with love. Love knows no fear. Fear drags man into falsehood, injustice and evil. Love does not crave for praise. Only those who have no Love in them itch for reward and reputation. Love is its own reward. When you are eager to place offerings before the Lord, let it be love instead of mere material objects. Love is no merchandise; do not bargain about its cost. Let it flow clear from the heart, as a stream of Truth, a river of wisdom. Let it not emanate from the head, nor from the tongue. Let it emerge, full and free, from the heart.

Penuhilah setiap nafasmu dengan cinta-kasih. Cinta-kasih tidak mengenal takut. Ketakutan akan menarik manusia ke dalam kepalsuan, ketidakadilan dan keburukan. Cinta-kasih tidak mengharapkan pujian. Hanya mereka yang tidak memiliki Cinta-kasih sangat berkeinginan untuk mendapatkan balasan (pahala) dan nama baik (reputasi). Cinta-kasih itu sendiri adalah hadiahnya. Ketika engkau ingin sekali mempersembahkan sesuatu di hadapan Tuhan, persembahkanlah cinta-kasih, bukan obyek-obyek material belaka. Cinta-kasih bukanlah barang dagangan; janganlah tawar-menawar mengenai harganya. Biarlah cinta-kasih mengalir dari hati, sebagai aliran Kebenaran, sungai kebijaksanaan. Biarlah cinta-kasih tidak berasal dari kepala, atau dari lidah. Biarlah cinta-kasih muncul dari hati, penuh dan bebas (tidak terikat).

-BABA