Thursday, March 26, 2009

Thought for the Day - 26th March 2009 (Thursday)


Develop faith in God. All names are His - be it Rama, Krishna, Christ, Allah or any other name. Every man is the embodiment of the Divine. True human relations can grow only when this truth is recognised. The first stage of realization is when you recognise "I am in the Light." Next, you realize, "The Light is in me," and finally you realize, "I am the Light." "I" represents love, and light represents Jnana (Supreme Wisdom). When love and light become one, there is Realization.

Tumbuhkan kepercayaan pada Tuhan. Semua nama adalah Beliau – apakah itu Rama, Krishna, Yesus, Allah atau nama lainnya. Setiap manusia adalah perwujudan Tuhan. Hubungan antar manusia terjadi hanya ketika kebenaran ini disadari. Tahap pertama dari kesadaran adalah ketika engkau menyadari “Aku dalam cahaya” Selanjutnya engkau menyadari bahwa, “Cahaya dalam diriku” dan akhirnya engkau menyadari bahwa “Aku adalah cahaya”. “Aku” menunjukkan kasih, dan cahaya menunjukkan Jnana (kebijaksanaan tertinggi). Ketika kasih dan cahaya menjadi satu, inilah Kesadaran.

-BABA

Wednesday, March 25, 2009

Thought for the Day - 25th March 2009 (Wednesday)


What is the goal of human life? Is it eating, drinking, sleeping, tasting a little joy and grief, and finally dying like any other bird or beast? No, the goal is to realise Brahman (Divinity). Without that, no man can attain Shanti (peace). He must win that peace and bliss by merging in the consciousness of the Absolute by Divine Grace. An aspirant has to first practise the Sadhana (spiritual exercise) related to the Saguna (with form) aspect of God. This will endow him with concentration. He can then merge his mind in the Nirguna (formless) Brahman.

Apa yang merupakan tujuan hidup manusia? Apakah makan, minum, tidur, merasakan kegembiraan dan kesedihan, dan akhirnya mati seperti umumnya burung atau binatang lainnya? Tidak, tujuan hidup manusia adalah untuk menyadari Brahman. Tanpa hal tersebut, tidak ada manusia yang dapat mencapai Shanti. Manusia harus mencapai kedamaian dan kebahagiaan itu dengan menyatu dalam kesadaran yang mutlak melalui rahmat Tuhan. Pencari spiritual pertama-tama harus melaksanakan Sadhana yang berhubungan dengan Saguna (dengan wujud) aspek Tuhan. Hal ini akan menganugrahkannya konsentrasi. Manusia kemudian dapat menyatukan pikirannya dalam Nirguna (tanpa wujud) Brahman.

-BABA

Tuesday, March 24, 2009

Thought for the Day -24th March 2009 (Tuesday)


Neethi means morality or right conduct. It is the path that leads one to the Divine. Good character, purity of thought, performance of meritorious deeds and selfless sacrifice are all subsumed in the term 'Neethi'. The ancients regarded Neethi as fundamental, without which the society will be maimed. Morality is not something that you must force upon yourself; it is your natural quality. Therefore, first and foremost, cultivate morality. Only then will divinity blossom in you. The entire world will prosper when man adheres to morality. Wherever you are, whatever you do, consider morality as the basis of your life. Morality alone grants true and lasting reputation. You can earn divine grace and happiness only when you cultivate morality.

Neethi berarti moralitas atau kebajikan. Ini merupakan jalan yang menuntun seseorang menuju ketuhanan. Karakter yang baik, kemurnian pikiran, tindakan yang terpuji dan pengorbanan tanpa pamrih semuanya berhubungan dengan ‘Neethi’. Orang-orang zaman dahulu memandang Neethi sebagai dasar, yang mana tanpanya masyarakat bisa dirugikan. Moralitas bukanlah sesuatu yang harus engkau paksakan pada dirimu sendiri; ini merupakan sifatmu yang sejati. Oleh karena itu, pertama dan terpenting, tanamkan moralitas. Baru setelah itu ketuhanan mekar dalam dirimu. Seluruh dunia akan menjadi makmur ketika manusia mematuhi moralitas. Dimanapun engkau berada, apapun yang engkau kerjakan, pertimbangkan moralitas sebagai dasar kehidupanmu. Moralitas sendiri memberikan reputasi yang benar dan berlangsung lama. Engkau dapat memperoleh karunia Tuhan dan kebahagiaan hanya jika engkau memelihara moralitas.

-BABA

Monday, March 23, 2009

Thought for the Day - 23rd March 2009 (Monday)


Service to God has been described as Bhakti (devotion). The heart of the devotee overflows with love for the Lord through constant remembrance and recitation of His name. Out of this stream of love, devotion emerges. One who is nourished by the nectar of Bhakti will not desire anything. To be unaffected by joy or sorrow, gain or loss, praise or blame, to remain steadfast and unwavering in faith is the hallmark of true devotion. Affection, attachment, desire are natural to man. However, when these qualities are directed towards God and when one is continuously engaged in good deeds, these qualities acquire purity and sacredness. Then one becomes not just a great soul but God Himself.

Pelayanan kepada Tuhan digambarkan sebagai Bhakti. Hati para Bhakta (pemuja) dipenuhi dengan kasih kepada Tuhan melalui pengingatan dan pengulangan nama-Nya secara terus-menerus. Karena pancaran kasih, maka muncullah bhakti. Orang yang dipelihara oleh madu dari Bhakti tidak akan menginginkan sesuatu. Sifat dari bhakti yang sejati, tidak terpengaruh dengan kesenangan atau kesedihan, keuntungan atau kerugian, pujian atau celaan, tetap sabar dan teguh dalam iman. Kasih sayang, keterikatan, keinginan adalah sifat alami manusia. Jikalau sifat ini diarahkan secara terus-menerus kepada Tuhan, dilibatkan dalam perbuatan baik, diperoleh kemurnian dan kesucian. Maka seseorang tidak hanya menjadi orang yang berjiwa besar, tetapi menjadi Tuhan itu sendiri.


-BABA

Thought for the Day - 22nd March (Sunday)


God is the basis of everything. He is omnipotent, omniscient and pervades all creation. Who can say that only this is Brahman (God) and that is not. The only eternal, existent entity is Brahman. The rest is all evanescent. Just as without cotton, there can be no cloth, similarly, there can be no world without God. Do not mistake this Deha (physical body) as real. It is the Dehi (indwelling Divinity) that is the true reality. This Divinity is beyond birth and death, the one without any beginning or end, and is the eternal witness. Recognise this truth.

Tuhan adalah sumber segalanya. Beliau adalah mahakuasa, mahatahu dan meliputi seluruh ciptaan. Siapapun dapat berkata bahwa hanya inilah Brahman (Tuhan) dan yang itu bukan. Satu-satunya yang abadi, yang seutuhnya ada adalah Brahman. Selain daripada itu semuanya dapat musnah. Ibaratnya tanpa kapas, pakaian tidak mungkin ada, sama halnya dunia tidak mungkin ada tanpa Tuhan. Jangan keliru menganggap Deha (badan fisik) ini sebagai kebenaran. Dehi (Ketuhanan yang bersemayam dalam jiwa) merupakan kebenaran yang sejati. Ketuhanan ini diluar kelahiran dan kematian, yang tanpa awal atau akhir, dan merupakan saksi abadi. Sadari kebenaran ini.


-BABA