Thursday, November 17, 2011

Thought for the Day - 16th November 2011 (Wednesday)

Consider the place and situation in which the Geetha was delivered; therein lies the significance of this discourse. On one side were the forces of good (Dharma) and on the other, that of evil (adharma); caught between these two, and unable to decide which course to adopt, Arjuna weeps in despair. This was not just his dilemma; it is a universal human problem. Arjuna did not seek from Krishna the pleasing, worldly glory of power, status and wealth (Preyas) – he sought the lasting glory of full joy (Sreyas). Arjuna said to Krishna, "Preyas can be won by human activity or Karma. Why should I crave from You what I can win by my own endeavour? Grant me Sreyas, for it is not the fruit of action (Karma), but the fruit of grace!" Thus the lord gave the Geetha for all those who like Arjuna rise to the height of absolute self-surrender (Prapaththi or Saranagathi).

Pikirkanlah tempat dan situasi di mana Geetha disampaikan, disitulah letak pentingnya wacana ini. Di satu sisi adalah kekuatan yang baik (Dharma) dan di sisi lain, kejahatan (adharma); terjebak di antara keduanya, dan tidak mampu memutuskan jalan mana yang mesti diambil, Arjuna menangis putus asa. Hal ini bukan hanya sekedar dilema, ini adalah masalah yang menimpa manusia di seluruh dunia. Arjuna tidak hanya mencari kesenangan, kekuasaan duniawi, status dan kekayaan (Preyas) dari Sri Krishna - ia mencari kemuliaan abadi yang penuh sukacita (Sreyas). Arjuna berkata pada Sri Krishna, "Preyas dapat dicapai oleh aktivitas manusia atau Karma. Mengapa aku harus menginginkan darimu apa yang aku bisa capai dengan usahaku sendiri? Berkatilah aku Sreyas, karena Sreyas bukanlah buah dari tindakan (karma), tetapi karena berkat Tuhan! "Jadi Tuhan memberikan Geetha bagi semua orang seperti Arjuna yang sudah berada dalam taraf penyerahan diri yang total (Prapaththi atau Saranagathi).

-BABA

No comments: