Monday, October 13, 2025

Thought for the Day - 13th October 2025 (Monday)



The Scriptures (Shrutis) direct that man must earn just enough for his upkeep by honest means and use the rest of his time and skill for the general good, Dharma-artha. Earn artha (wealth) through Dharma (right conduct). Then, one will certainly have plenty of Divine Grace. Dritarashtra, father of 100 Kauravas who fought against five Pandava cousins, the legitimate claimants to a share of the ancestral patrimony, had neither of these two, though he had abundant riches, superior armies and greater military skill and strategy, had to witness the total extinction of his dynasty and kingdom! Most men like Dritarashtra pursue falsehoods and ignore truth; they amass the trivial and ignore the crucial. They do not realise that death is stalking silently behind them; they do not notice the quick pace of time; they do not know how precious is the chance that the human body, intellect, society, and heritage that it accumulated for him has given him, here and now! They are unaware that the same spark of Divinity that illumines every thought, word, and deed in them is activating every other being too, in the Universe! 


- Divine Discourse, Mar 24, 1973

The wealth earned by trodding upon morality is no more valuable than mud! Such wealth cannot endure or grant happiness.


Naskah suci (shruti) mengarahkan bahwa manusia harus mendapatkan penghasilan secukupnya untuk menghidupi dirinya secara jujur dan menggunakan sisa waktu dan ketrampilannya untuk kebaikan masyarakat luas, inilah makna dari Dharma-artha. Artinya, carilah kekayaan (artha) melalui Dharma (kebajikan). Kemudian, seseorang pastinya akan mendapatkan banyak Rahmat Tuhan. Dritarashtra yang merupakan ayah dari 100 kaurava yang berperang melawan sepupunya sendiri yaitu lima Pandava yang merupakan pewaris sah dari harta leluhur mereka, tidak memiliki kedua nilai ini, meskipun Dristarastha memiliki kekayaan yang melimpah, pasukan militer yang kuat dan kemampuan serta keahlian strategi militer yang lebih hebat, harus menyaksikan kehancuran total dari dinasti dan kerajaannya! Kebanyakan manusia seperti halnya Dritarashtra yang mengikuti ketidakbenaran dan mengabaikan kebenaran; mereka mengumpulkan hal-hal yang sepele dan mengabaikan yang bersifat krusial. Mereka tidak menyadari bahwa kematian sedang mengintai pelan-pelan dibelakang mereka; mereka tidak menyadari laju waktu yang begitu cepat; mereka tidak mengetahui betapa berharganya kesempatan yang diberikan oleh tubuh manusia, kecerdasan, masyarakat dan warisan budaya yang telah diberikan padanya disini dan sekarang! Mereka tidak sadar bahwa percikan Ilahi yang sama yang menerangi setiap pikiran, perkataan dan tindakan dalam diri mereka juga menghidupkan setiap makhluk lain di alam semesta ini! 


- Divine Discourse, 24 Maret 1973

Kekayaan yang dihasilkan dengan menginjak-injak moralitas adalah tidak lebih berharga dari lumpur! Kekayaan seperti itu tidak bisa bertahan lama atau memberikan kebahagiaan.  

No comments: