Monday, October 20, 2025

Thought for the Day - 20th October 2025 (Monday)



It may be asked what is the karma that accounts for the advent of Avatars. For Divine incarnations, karma is not the cause. The evil deeds of the wicked and the good deeds and yearning of the righteous are responsible for the advent of Avatars. The Narasimha Avatar (the Divine incarnating as half-man and half-lion) was due to the great devotion of Prahlada and the bad qualities of Hiranyakashipu (Prahlada’s father). The descent of the Divine is in response to the yearnings and actions of people and not because of any karma of the Divine. This may be understood from a simple illustration. Crops grown on the ground look up to the skies for rain. They cannot reach up to the clouds. The clouds come down in the form of rain to provide water to the crops. To cite another example: There is a child on the floor. It wants its mother. It cannot jump up to the mother. The mother has to bend down, take the child and fondle it. In the same manner, to offer relief to devotees, to protect them and foster them, the Divine comes in the human form. This is described as Avatarana (the descent of God as an incarnation). God comes down from His high level to give joy to His devotees. 


- Divine Discourse, Sep 15, 1988

What is My directive? What is it that will please Me? What is it that I desire? Only one thing: Love, Love, Love. That is Sai’s most potent weapon.

 

Mungkin muncul pertanyaan: apakah karma yang membuat turunnya para Avatara? Bagi inkarnasi Tuhan, maka karma bukanlah penyebabnya. Perbuatan-perbuatan jahat dari mereka yang jahat dan perbuatan-perbuatan baik serta kerinduan mendalam dari mereka yang baik adalah penyebab dari kehadiran Avatara. Sebagai contoh kehadiran dari Narasimha Avatar (inkarnasi Tuhan sebagai setengah manusia dan setengah singa) karena disebabkan oleh bhakti yang begitu hebat dari Prahlada dan sifat-sifat buruk dari Hiranyakashipu (ayah dari Prahlada). Kedatangan Tuhan adalah dalam memberikan respon pada kerinduan dan tindakan dari manusia dan bukan karena disebabkan oleh karma apapun dari Tuhan. Hal ini bisa dipahami lebih mudah dengan ilustrasi sederhana. Tanaman yang tumbuh di tanah memandang ke langit untuk mendapatkan hujan. Tanaman ini tidak bisa mencapai awan di atas sana. Namun awan-awan tersebut yang turun dalam bentuk hujan untuk memberikan air bagi tanaman itu. Contoh lainnya adalah ketika ada seorang anak kecil di lantai. Anak kecil tersebut menginginkan ibunya dan tidak bisa langsung melompat ke pelukan ibunya. Maka sang ibu harus membungkuk dan mengangkat anaknya serta memeluknya dengan kasih. Dalam cara yang sama, untuk memberikan pertolongan kepada bhakta, untuk melindungi dan menuntun mereka maka Tuhan hadir dalam wujud manusia. Hal ini dijelaskan sebagai Avatarana (kehadiran Tuhan sebagai inkarnasi). Tuhan turun dari tempat-Nya yang agung untuk memberikan suka cita pada bhakta-Nya. 


- Divine Discourse, 15 September 1988

Apa yang menjadi perintah-Ku? Apa yang dapat menyenangkan-KU? Apa yang Aku inginkan? Hanya satu hal saja: Kasih, Kasih, Kasih. Kasih adalah senjata paling ampuh dari Sai.   

No comments: