Tuesday, March 10, 2009

Thought for the Day - 8th March 2009 (Sunday)


We generally consider Pratyaksha Pramaana (proof of direct perception) as the most important type of evidence. We are able to see our body. Thus we know that it exists. Anumaana or inference is another form of proof. We see smoke on the top of a distant hill. We infer from the smoke that there must be a fire on that hill. Although we see only the smoke, we infer that there is fire. To infer the existence of the 'unseen' from the presence of what is 'seen' is Anumaana Pramaana (inferential proof). But, these methods of determining facts are applicable only to the external universe. For determining the Divine Principle, we must depend only on the Shabdha Pramaana (proof of the words) of the Vedas.


Kita biasanya mempertimbangkan Pratyaksha Pramaana (bukti pandangan langsung) sebagai jenis pembuktian yang paling penting. Kita mampu melihat tubuh kita. Dengan demikian kita tahu bahwa tubuh itu ada. Anumaana atau dugaan adalah bentuk pembuktian yang lain. Kita melihat asap di atas suatu bukit yang jauh. Kita menyimpulkan dari asap tersebut bahwa pasti ada api di bukit itu. Meski kita hanya melihat asap, kita menyimpulkan bahwa disana ada api. Untuk menyimpulkan keberadaan “sesuatu yang tidak terlihat” dari sesuatu yang “terlihat” adalah Anumaana Pramana (bukti yang dapat disimpulkan). Namun, cara-cara menentukan fakta seperti ini hanya berlaku untuk alam semesta yang kasat mata. Untuk menentukan Prinsip Ketuhanan, kita harus bergantung hanya pada Shabdha Pramaana (bukti sabda) dari Veda.

-BABA

No comments: