Saturday, September 20, 2014

Thought for the Day - 20th September 2014 (Saturday)

Once the saints Namadeva and Gyanadeva were travelling in a forest. They felt thirsty and searched for water and came across an old dried up well. Gyanadeva, who followed the path of wisdom, transformed himself into a bird and flew down, drank the water and returned. Namadeva saw this and didn’t agree with the approach. He thought that one must elevate oneself from this human birth to Divine and not the other way. So he sat at that spot and chanted the name of the Lord. Every time he did it with intensity, the level of water began to rise higher and higher and finally the well started overflowing. He comfortably drank the water and was blissful. He demonstrated clearly wisdom is useful but is not greater than Divinity. He clearly taught the precious lesson that the Name of the Lord will grant everything that one needs in life and ultimately the Divine Himself.

Suatu ketika orang suci, Namadeva dan Gyanadeva bepergian ke hutan. Mereka merasa haus dan mencari air dan menemukan sumur tua yang sudah mengering. Gyanadeva, yang mengikuti jalan kebijaksanaan, mengubah dirinya menjadi seekor burung dan terbang ke bawah, minum air dan kembali. Namadeva melihat ini dan tidak setuju dengan pendekatan tersebut. Dia berpikir bahwa seseorang harus meningkatkan dirinya sendiri pada kelahiran ini sebagai manusia menuju tingkat Tuhan dan bukan sebaliknya. Jadi dia duduk di tempat itu dan menchantingkan nama Tuhan. Setiap kali ia melakukannya dengan intensitas, air mulai naik lebih tinggi dan lebih tinggi dan akhirnya air mulai meluap. Dia kemudian meminum air tersebut dan merasakan kebahagiaan. Dia menunjukkan dengan jelas bahwa jalan kebijaksanaan berguna tetapi tidak lebih mulia dari Tuhan. Dia jelas mengajarkan pelajaran berharga bahwa nama Tuhan akan memberikan segala sesuatu yang merupakan kebutuhan dalam hidup dan akhirnya Tuhan sendiri. (My Dear Students, Vol 3, Ch 13, Mar 16, 1998)

-BABA

No comments: