Wednesday, September 3, 2014

Thought for the Day - 3rd September 2014 (Wednesday)

Remember, hands that serve are greater than the lips that pray. Real humanness consists in dedicating oneself to the spirit of service. Quantity does not matter; quality of service counts. Whatever you do, do it wholeheartedly and spontaneously. The primary requisite is purification of the heart (Chittha Shuddhi). When your heart is purified, you get Supreme Wisdom (Jnana siddhi) and you can dedicate all actions in a spirit of detachment. Divine love can be secured only by dedicated service. God responds bounteously to your offer. For a handful of parched rice given to Krishna Kuchela got in return limitless prosperity. Draupadi was rewarded likewise. How can you receive God’s love if you do not love Him? God’s Grace is like a bank. You can draw money from that bank only to the extent to which you have built up deposits through Tyaga (sacrifice). Earn God's grace through love and sacrifice.


Ingatlah, tangan yang melayani lebih mulia daripada mulut yang berdoa. Kemanusiaan sejati mendedikasikan diri pada semangat pelayanan. Kuantitas tidaklah penting; kualitas playananan yang diperhitungkan. Apa pun yang engkau lakukan, lakukanlah dengan sepenuh hati dan secara spontan. Syarat utama adalah kemurnian hati (Chittha Shuddhi). Ketika hatimu dimurnikan, engkau mendapatkan Kebijaksanaan Tertinggi (Jnana siddhi) dan engkau dapat mendedikasikan semua tindakan dalam semangat tanpa kemelekatan. Cinta-kasih Tuhan bisa didapatkan hanya dengan melakukan pelayanan. Tuhan yang Maha Pemurah membalas persembahanmu. Untuk segenggam nasi kering yang diberikan kepada Krishna, Kuchela mendapat imbalan kemakmuran tak terbatas. Drupadi juga mendapatkan hadiah seperti itu. Bagaimana engkau dapat menerima cinta-kasih Tuhan jika engkau tidak mengasihi-Nya? Berkat Tuhan dapat diibaratkan seperti bank. Engkau dapat menarik uang dari bank  hanya sejauh mana engkau telah membangun deposito melalui Tyaga (pengorbanan). Dapatkan kasih karunia Tuhan melalui kasih dan pengorbanan.  (My Dear Students, April 27, 1990)
-BABA

No comments: