Tuesday, October 23, 2012

Thought for the Day - 22nd & 23rd October 2012



Date: Monday, October 22, 2012

The term Yajna means ‘any activity dedicated to the glory of God’. Such activity can be done in all climes, in all realms, and by all races. The key to success is ‘Dedication’. Without it, there will inevitably arise anxiety, fear and faction. Every activity in the world is directed unto God, whether you know it or not. If God is not the inspirer and motivator, how can the Universe be moving in harmony, wheeling so smoothly, without chaos and anarchy? Those who are aware of this fact and accept it, experience thrill and joy in witnessing it! Anyone who lives in the constant presence of God and does all acts dedicated to God is continuously engaged in Yajna

Istilah Yajna berarti 'setiap aktivitas yang didedikasikan untuk kemuliaan Tuhan'. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di semua iklim, dalam semua bidang, dan oleh semua ras. Kunci kesuksesan adalah 'Dedikasi/Bhakti'. Tanpa bhakti, maka akan timbul kecemasan dan ketakutan. Setiap aktivitas di dunia hendaknya diarahkan menuju Tuhan. Jika Tuhan bukanlah inspirasi dan motivator, bagaimana Alam Semesta dapat bergerak secara harmonis, berjalan dengan lancar, tanpa kekacauan dan anarki? Mereka yang menyadari dan menerima fakta ini, mengalami getaran jiwa dan sukacita dalam menyaksikan itu! Siapapun yang menjalani kehidupan dengan selalu menempatkan Tuhan dalam dirinya dan semua tindakannya didedikasikan untuk Tuhan, inilah yang disebut Yajna.
-BABA

Date: Tuesday, October 23, 2012

Your heart is the ceremonial altar; your body is the fire place; your hair is the holy grass, darbha; wishes are the fuel-sticks with which the fire is fed; desire is the ghee (clarified butter) that is poured into the fire to make it burst into flame; anger is the sacrificial animal; the fire is the tapas (penance) you accomplish. People sometimes interpret tapas as ascetic practices like standing on one leg, and so on. No, tapas is not physical contortion. It is the complete and correct coordination of thought, word and deed. When all words emanating from you are sweet, your breath becomes Rig Veda. When you restrict what you listen to and prefer only sweet speech, all that you hear becomes Saama gaana. When you do only sweet deeds, all that you do is Yajur homa (sacrificial ritual). Thus, you will be performing every day the Vedhapurusha Yajna, the yajna which propitiates the Supreme Vedic Being.

Hatimu adalah altar seremonial; badanmu adalah tempat api; rambutmu adalah rumput suci, darbha; harapan adalah bahan bakar dengan api sebagai makanannya; keinginan adalah ghee (mentega) yang dituangkan ke dalam api untuk membuat api menjadi menyala; kemarahan adalah binatang korban; dan api adalah tapas (penebusan dosa). Orang-orang kadang-kadang menafsirkan bertapa sebagai praktik asketis seperti berdiri diatas satu kaki, dan sebagainya. Tidak, bertapa bukanlah gerakan fisik seperti itu, tetapi melakukan koordinasi yang menyeluruh dan benar dari pikiran, ucapan, dan perbuatan. Ketika semua kata-kata yang keluar indah dan manis, napas-mu menjadi Rig Veda. Bila engkau membatasi apa yang engkau dengar dan lebih memilih hanya berbicara yang manis, semua yang engkau dengar menjadi Saama Gaana. Ketika engkau hanya melakukan perbuatan yang baik, semua yang engkau lakukan adalah Yajur homa (ritual pengorbanan). Dengan demikian, setiap hari engkau melakukan Yajna Weda yang tertinggi yaitu Yajna Vedhapurusha.
-BABA

No comments: