Wednesday, July 30, 2014

Thought for the Day - 30th July 2014 (Wednesday)

Inference is one method of verification or understanding. We see smoke at a distant hill. From the smoke that emanates, it is easy to decipher that there must be fire somewhere in the hill. Although you see only the smoke, we infer the existence of the “unseen” from the presence of what is seen. This type of verification is called Anumaana Pramana (Inferential Proof). These methods of verification – direct or inferential proof is applicable only to the external universe. To determine the Divine Principle, one must depend only upon the Shabdha Pramana, or the Vedas. When the Divine is described as the One without the attributes, eternal, ever existing, pure and free, self-effulgent, etc. – all these appellations will not make Brahman visible to you. You must follow the teachings and realize the existence of the Divine within you and around you.

Inferensi/menarik kesimpulan merupakan salah satu metode verifikasi atau pemahaman. Kita melihat asap di sebuah bukit yang jauh. Dari asap yang keluar, mudah untuk menguraikan bahwa harus ada api di suatu tempat di bukit. Meskipun engkau hanya melihat asap, kita menyimpulkan adanya yang "tak terlihat" dari adanya apa yang dilihat. Jenis verifikasi/pembuktian ini disebut Anumaana Pramana (bukti inferensial). Metode verifikasi ini - bukti langsung atau bukti inferensial hanya berlaku untuk alam semesta eksternal. Untuk menentukan Prinsip Ilahi, seseorang harus tergantung hanya pada Shabdha Pramana, atau Weda. Ketika Tuhan digambarkan sebagai Yang Esa tanpa atribut, abadi, selalu ada, murni dan bebas, bercahaya, dll - semua sebutan ini tidak akan membuat Brahman terlihat oleh-mu. Engkau harus mengikuti ajaran-Nya dan menyadari keberadaan Ilahi dalam dirimu dan di sekitarmu. (My Dear Students, Vol 2, Ch 15, Mar 1, 1981)

-BABA

No comments: