Friday, December 12, 2014

Thought for the Day - 10th December 2014 (Wednesday)

God assumes many forms and enacts many activities. The name Bhagavatha is given to the descriptions of the experiences of those who have realised Him in those forms and of those who have been blessed by His grace and chosen as His instruments. The great epic called Bhagavatha is a panacea that cures physical, mental and spiritual illnesses. By Bhagavatha we also mean those with attachment to God, those who seek the companionship of God. Being in the midst of such Bhagavathas fosters one’s own devotion. Unless you have a taste for God-ward thoughts, you will not derive joy therefrom. To create that taste, the Bhagavatha tells stories to the earnest inquirer that relate to incarnations. Then one develops the yearning to experience the thrill of God, through all the levels of consciousness. One who has this intense yearning can alone be a true Bhagavatha.

Tuhan mengambil berbagai wujud dan melakukan berbagai kegiatan. Nama Bhagavatha diberikan untuk mendeskripsikan pengalaman mereka yang telah menyadari Beliau dalam berbagai wujud tersebut dan bagi mereka yang telah diberkati oleh berkat-Nya dan dipilih sebagai instrumen-Nya. Epik besar yang disebut dengan Bhagavatha adalah obat mujarab yang dapat menyembuhkan penyakit fisik, mental, dan spiritual. Dengan Bhagavatha berarti kita menjalin keterikatan dengan Tuhan dan mencari persahabatan dengan Tuhan. Berada di tengah-tengah Bhagavathas dapat mendorong seseorang untuk melakukan pengabdian. Kecuali jika engkau tidak mengarahkan pikiranmu kepada Tuhan, engkau tidak akan memperoleh sukacita dari-Nya. Untuk membuat rasa itu, Bhagavatha menceritakan kisah-kisah bagi para penanya yang sungguh-sungguh yang berhubungan dengan inkarnasi. Lalu seseorang mengembangkan kerinduan untuk mengalami getaran Tuhan, melalui semua tingkat kesadaran. Hanya mereka yang memiliki kerinduan yang intens yang bisa menjadi Bhagavatha sejati.

-BABA

No comments: