Sunday, September 10, 2017

Thought for the Day - 9th September 2017 (Saturday)

Intelligence is a double-edged sword. It can cut chains and liberate you; it can cause fatal wounds and kill. Hence the great Gayatri Mantra prays to God to preside over the intelligence and render it beneficial to individuals and society. The education of the emotions and the control of passions are both part of Yoga, the spiritual discipline that purifies the intelligence. To penetrate the thick fog that ignorance spreads over Reality, intelligence must be built on the basis of virtues. When action (Karma) is done as dedication and Upasana (worship) is done as essential for very life, the fog of intelligence melts and disappears revealing the truth. Karma, when engaged in as dedicated to God, loses its evil effects for the doer leaving the consequence to God! Moreover, as every act is considered as an act of worship, it is done to the best of one’s ability transmuting mundane Karma into worship.


Kecerdasan adalah sebuah pedang bermata dua. Pedang ini dapat memotong rantai dan membebaskanmu; namun pedang ini juga dapat menyebabkan luka yang fatal dan membunuh. Oleh karena itu mantra Gayatri yang sungguh luar biasa berdoa kepada Tuhan untuk memimpin kecerdasan dan membuatnya bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Pendidikan emosi dan pengendalian nafsu keduanya adalah bagian dari Yoga, disiplin spiritual yang memurnikan kecerdasan. Untuk dapat menembus kabut tebal kebodohan yang meliputi kenyataan, maka kecerdasan harus dibangun di atas dasar kebaikan. Ketika perbuatan (Karma) dilakukan sebagai sebuah dedikasi dan Upasana (pemujaan) dilakukan sebagai dasar dari setiap kehidupan, maka kabut kebodohan akan lenyap dan menghilang dan mengungkapkan kebenaran. Karma yang dilakukan sebagai dedikasi kepada Tuhan maka karma itu akan kehilangan pengaruh jahatnya karena sang pelaku menyerahkan hasilnya kepada Tuhan! Selain itu, karena setiap perbuatan dianggap sebagai sebuah tindakan pemujaan, maka hal ini dilakukan dengan yang terbaik dari kemampuan seseorang dan mengubah karma biasa menjadi sebuah ibadah. (Divine Discourse, Apr 3, 1967)

-BABA

No comments: