Friday, November 24, 2017

Thought for the Day - 24th November 2017 (Friday)

In the present times, there is none fully good, and so who deserves the protection of God? All are tainted by wickedness! Will anyone survive if God decides to uproot evil? Therefore I have to correct the buddhi (intellect) by various means; I have to counsel, help, command, condemn and standby as friend and well-wisher to all, so that they may give up evil propensities, recognise the straight path, tread it and reach the goal. I have to reveal to the people the worth of the Vedas and the scriptural texts, which lay down the norms. The easiest path to self-realisation is the surrender of the ego. Arjuna surrendered and so the war he was engaged was transformed into a yajna, a sacrifice! Daksha performed a yajna, but was so full of egoism and chose not to surrender! So his yajna was transformed into a war filled with hate. Do not pit your tiny ego against the Almighty; leave it to His Will and you will enjoy lasting peace.


Pada saat sekarang, tidak ada seorangpun yang benar-benar baik, dan siapa yang layak berhak mendapatkan perlindungan dari Tuhan? Semuanya dinodai oleh kejahatan! Akankah ada yang dapat bertahan hidup jika Tuhan memutuskan untuk menghancurkan kejahatan? Maka dari itu Aku telah memperbaiki buddhi (kecerdasan) dengan berbagai jenis sarana; Aku harus menasihati, membantu, memerintahkan, menghukum, dan bersiap-siap sebagai teman dan mengharapkan kebahagiaan bagi semuanya, sehingga melepaskan kecenderungan jahatnya, menyadari jalan yang lurus, menapaki jalan itu dan mencapai tujuan. Aku harus mengungkapkan kepada manusia nilai luhur dari Weda dan naskah suci, yang memuat semua norma-norma yang ada. Jalan yang paling gampang untuk mencapai kesadaran diri adalah menyerahkan ego. Arjuna berserah diri, sehingga perang yang dijalaninya dirubah menjadi sebuah Yajna, sebuah kurban suci! Daksha melakukan sebuah Yajna, namun penuh dengan ego dan memilih untuk tidak berserah diri! Sehingga Yajnanya dirubah menjadi perang yang diliputi dengan kebencian. Jangan mengadu egomu yang sangat kecil melawan Yang Maha Kuasa; serahkan ego itu pada kehendak-Nya dan engkau akan menikmati kedamaian yang kekal. [Divine Discourse, Nov 23, 1964]

-BABA

No comments: