Friday, November 9, 2018

Thought for the Day - 8th November 2018 (Thursday)

Draupadi did not send a chariot inviting Lord Krishna to come to her rescue; she uttered the Lord’s Name in her deepest agony and Lord Krishna instantly responded, and saved her from imminent dishonour. In the Treta yuga, during the times of the Ramayana, architect Nala and his monkeys were building a bridge over the sea to Lanka; the boulders on which they inscribed the sacred name Rama, floated on the waters. But they found that the boulders floated away due to wind and wave. They did not form a continuous bridge for the army to pass over. Some wise person gave a suggestion to write ‘Ra’ on one boulder and ‘Ma’ on another and they found that the two stuck hard together. This works in this day and age too! Chant the Lord’s name continuously. It will serve as a bridge between you and Him; it will keep you focused on Him and bring on you His boundless Grace!


Draupadi tidak mengirim kereta mengundang Sri Krishna untuk datang menyelamatkannya; dia mengucapkan nama Tuhan dalam penderitaan yang mendalam dan Sri Krishna secara langsung memberikan jawaban dengan menyelamatkannya dari aib yang akan terjadi. Dalam zaman Treta yuga, pada saat waktu Ramayana, arsitek yang bernama Nala dan para monyetnya sedang membangun jembatan diatas lautan menuju ke Lanka; bebatuan dimana mereka menuliskan nama suci Rama, terapung di atas air. Namun mereka merasakan bahwa bebatuan itu terapung karena angin dan ombak. Mereka tidak membentuk jembatan yang berkelanjutan untuk tentara bisa lewat. Beberapa orang bijak memberikan sebuah saran untuk menuliskan ‘Ra’ di atas satu batu dan ‘Ma’ di atas batu yang lainnya dan mereka mendapatkan bahwa dua batu itu melekat menjadi satu. Hal ini dapat dilakukan hari ini dan zaman ini juga! Lantunkan nama Tuhan tanpa henti. Ini akan memberikanmu sebuah jembatan untukmu dan Tuhan; hal ini juga membuatmu fokus dan memberikanmu karunia-Nya yang tidak terbatas! [Divine Discourse, Oct 24, 1965]

-BABA

No comments: