Friday, January 26, 2024

Thought for the Day - 22nd January 2024 (Monday)

The satwik (the pure and good), love all as embodiments of God and engage themselves in humble service. Pundalika was one such. He was massaging the feet of his old mother when God appeared before him! He did not interrupt the service, for he was serving the same God, in his mother! Tukaram declared to Pundalika that it was God who manifested before him, but Pundalika did not waver. He asked God to wait for a while until he had finished the service of the God he had started serving. The prompting inside man to love his mother is an expression of the Divine Nature in him. If there was no spark of the Divine in man, he would not have loved at all. A person who loves is a theist, whether he goes to a temple or church, or not. Pundalika was not guilty of sacrilege, for he was actually worshipping God in His most accessible Form - his mother. You have to proceed from the known to the unknown! 


- Divine Discourse, May 24, 1967.

God showers His grace on those who make their parents happy.


Kualitas satwik (murni dan baik), mengasihi semuanya sebagai perwujudan dari Tuhan dan libatkan diri dalam pelayaan dengan kerendahan hati. Pundalika adalah contoh dalam hal ini. Pundalika sedang memijat kaki ibunya yang sudah tua ketika Tuhan muncul dihadapannya! Pundalika tidak menghentikan pelayanannya, karena dia juga sedang melayani Tuhan yang sama dalam diri ibunya! Tukaram menyatakan kepada Pundalika bahwa Tuhan sendiri yang sedang menampakkan diri-Nya di hadapan Pundalika, namun Pundalika tidak goyah. Pundalika meminta Tuhan untuk menunggu sebentar sampai dia selesai pelayanan pada Tuhan yang telah dia mulai. Dorongan dalam diri manusia untuk mengasihi ibunya adalah sebuah ungkapan kualitas ke-Tuhan-an di dalam dirinya. Jika tidak ada percikan ke-Tuhan-an di dalam diri manusia, dia sama sekali tidak akan mengasihi. Orang yang mengasihi adalah seorang teis, apakah dia pergi ke kuil atau gereja, atau tidak. Pundalika tidaklah bersalah melakukan penistaan, karena Pundalika sesungguhnya sedang memuja Tuhan dalam wujud yang mudah dijangkaunya yaitu wujud ibunya. Engkau harus melanjutkan dari yang diketahui pada yang tidak diketahui! 


- Divine Discourse, May 24, 1967.

Tuhan mencurahkan karunia-Nya pada mereka yang membuat orang tuanya bahagia.

No comments: