To be born as a human being is a great piece of luck. For human beings alone can attain the status of the Divine by recognizing the reality of one’s being. No beast or bird can reach that height of realization. It would be very tragic if instead of valuing the chance and utilizing it, it is frittered here and there and dies without realizing the inner light. You are born as a consequence of the activities you were engaged in, in your past births. Understand clearly that in spiritual matters, faith is the basic requisite for progress. Your faith must be guarded carefully. Yield to the Lord, who is more kin to you than your own parents. Yield to no other. Do not allow your faith to falter with every passing gust of wind. Your duty is to carry on your spiritual practices, undisturbed by what others may say, holding fast to the crucible of your own experience.
Terlahir sebagai manusia adalah keberuntungan terbesar.
Karena hanya manusia yang dapat mencapai status Ilahi dengan menyadari
realitasnya sendiri. Tidak ada binatang atau burung yang bisa mencapai kesadaran
tertinggi ini. Menyedihkan sekali jika kita tidak menghargai kesempatan yang
telah diberikan dan tidak memanfaatkannya dengan baik, menyia-nyiakan
kesempatan dan akhirnya mati tanpa menyadari cahaya batin kita sendiri. Engkau terlahir
kembali sebagai konsekuensi dari perbuatan yang telah engkau lakukan, di
kelahiran sebelumnya. Engkau hendaknya memahami dengan jelas bahwa dalam
hal-hal spiritual, keyakinan adalah syarat dasar untuk kemajuan spiritualmu. Keyakinanmu
harus dijaga dengan hati-hati. Pasrahlah pada Tuhan, tidak pada yang lainnya, Beliau
adalah kerabat terdekat melebihi orang tuamu sendiri. Jangan biarkan keyakinanmu
goyah pada hembusan angin yang lewat. Tugasmu adalah untuk melakukan
praktek-praktek spiritual, tidak tergoyahkan oleh apa yang orang lain mungkin katakan
padamu, berpeganglah pada ujian dari pengalamanmu sendiri.
-BABA
No comments:
Post a Comment