Sunday, July 15, 2012

Thought for the Day 9th - 11th July 2012


Date: Monday, July 9, 2012
THOUGHT FOR THE DAY
Aspirants, focus your yearning and efforts on the right goal - to be never born again. You may be born in a good family or in favourable circumstances; but subsequent Karma in this life, may not ensure a good death, one that will let you escape the cycle of birth and death. Every one born must have that end always in view. No tree will yield fruits the moment you plant the seedling in your backyard. To reach that stage, you have to foster it with care over a long period of time, is it not? Similarly whatever result you seek, you have to follow through carefully the preparatory disciplines, without any break. Cultivate good habits of thoughts and actions in order to make the end of your life genuinely auspicious.

Wahai para aspiran (spiritual), pastikanlah segala daya-upaya dan usahamu di jalan yang benar, yaitu agar tidak terlahir kembali. Engkau boleh-boleh saja terlahir kembali di tengah-tengah keluarga yang saleh atau dalam keadaan yang menguntungkan; namun ketahuilah bahwa tindakan-tindakan karma berikutnya dalam kehidupan ini, tidak akan menjamin bahwa engkau akan memperoleh kematian dengan cara yang menguntungkan, yakni kematian yang memungkinkanmu untuk terbebas dari siklus kelahiran dan kematian. Setiap orang yang terlahir perlu menyadari bahwa kematian sudah pasti akan terjadi (cepat atau lambat). Tidak ada pohon yang bisa memberikan buah-buahan seketika saat engkau menanamnya. Untuk dapat memetik buah, maka engkau perlu memeliharanya secara baik untuk suatu jangka waktu tertentu, bukankah begitu? Demikianlah pula, apapun juga hasil yang engkau dambakan (dalam kelahiran ini), maka engkau perlu secara telaten menjalani disiplin-disiplin persiapan tertentu tanpa putus. Kembangkanlah kebiasaan-kebiasaan baik dalam hal pikiran dan perbuatan, agar engkau kelak memperoleh akhir kehidupan yang berbahagia, suci dan murni.
-BABA

Date: Tuesday, July 10, 2012
THOUGHT FOR THE DAY
If your loyalty is towards your family, you are a servant of the family. If it is to God, you are a servant of God. But do not pay heed to the wages He gives. Do not argue and bargain for rewards. Only hired labourers clamour for wages and declare they are poor. Be a kinsman, a member of the family, a scion of God. Then, it behoves Him to maintain you in comfort. Try to live near God as His own kin. Do not calculate the number of hours you have spent in serving Him and lament that He has not compensated you enough. Be ever in joy, in His service, in doing good and being good.

Apabila loyalitasmu adalah terhadap keluarga, maka itu berarti engkau adalah pelayan bagi keluarga. Namun jikalau loyalitasmu ditujukan kepada Tuhan, maka engkau adalah pelayan-Nya. Namun walaupun begitu, janganlah engkau terlalu mempersoalkan besaran gaji yang diberikan oleh-Nya kepadamu. Janganlah berargumentasi maupun tawar-menawar atas imbalan yang diberikan oleh-Nya. Hanya mereka yang makan gaji saja yang meributkan tentang gaji serta menyatakan dirinya masih miskin. Jadilah sanak-keluarga Tuhan, maka dengan demikian, Beliau berkewajiban untuk memberikan kenyamanan bagimu. Cobalah untuk hidup dekat dengan-Nya sebagai bagian dari kerabat keluarga-Nya. Janganlah engkau terlalu berhitung tentang jumlah jam yang telah engkau habiskan untuk melayani-Nya serta besaran kompensasi yang diberikan oleh-Nya. Senantiasalah hidup dalam keceriaan, selalu melayani-Nya, berbuat kebajikan dan berperilaku yang baik.
-BABA
Date: Wednesday, July 11, 2012
THOUGHT FOR THE DAY
Every being is a mixture of two strands - maya and Madhava (Illusion and Divinity); deha and Dehi (body and Indweller), jada and chith (inert matter and consciousness), and Jeeva and Brahman (Individual Soul and Supreme Soul). Both of these are in fact made of the same substance; they are like the two stones in a grinding mill, the Jeeva is the revolving one and the Brahman is the stable one on which the other is based. The Guru is the Teacher who removes the fundamental ignorance, which hides the knowledge of this truth from us. When you do not find a Guru, pray sincerely, the God inside you will Himself reveal the road and lead you on.

Setiap mahluk hidup merupakan perpaduan dari dua untaian, yakni maya dan Madhava (ilusi dan Ilahi); deha dan Dehi (badan fisik dan badan rohani), jada dan chith (materi yang bersifat lembam dan kesadaran), serta Jeeva dan Brahman (jiwa individuil dan jiwa Universil). Kedua aspek tersebut sebenarnya terbuat dari substansi yang sama; mereka ibaratnya bagaikan kedua batu yang ada di dalam pabrik penggilingan, dimana Jeeva adalah batu yang berputar sedangkan Brahman adalah batu yang bersifat stasioner, landasan bagi batu yang lainnya. Sang Guru adalah sosok yang mengajarkan kepada kita cara untuk menyingkirkan kebodohan batin, yang selama ini menyelubungi kita dari kebenaran hakiki. Apabila engkau tidak menemukan seorang Guru, maka berdoalah secara tulus hati, dengan demikian Tuhan yang ada di dalam dirimu sendiri yang akan menunjukkan jalan serta menuntunmu.
-BABA

No comments: