Saturday, September 26, 2015

Thought for the Day - 26th September 2015 (Saturday)

When common people say, ‘Idi naa dehamu’ (this is my body), scholars would interpret the expression ‘naa dehamu’ and say, it connotes ‘I am not the body’ (as ‘naa’ means ‘not’). Extending the same logic, it is possible for you to maintain a state of perfect equanimity unaffected by pain and pleasure at all times by affirming, ‘these sorrows and difficulties as well as happiness and pleasure are not mine. I am beyond these dualities.’ When you say, ‘It is my body’ doesn’t it automatically imply, ‘I’ is different from ‘the body’? When you are separate from your body, why should you feel the pain out of it? The truth is, you are unable to overcome the delusion of body attachment and are also unable to bear the pain caused to the body, as you remain at the level of a human being. Be aware that as long as you are attached to the body, sorrows, difficulties and pain will haunt you.


Ketika manusia pada umumnya berkata, ‘Idi naa dehamu’ (ini adalah badan saya), para cendekiawan akan mengartikan ungkapan itu dengan berkata ‘naa dehamu’ yang berarti ‘aku bukanlah badan’ (karena ‘naa’ berarti ‘bukan’). Memperluas dengan logika yang sama maka adalah mungkin bagi kalian untuk tetap berada sepenuhnya dalam ketenangan hati yang tidak terpengaruh oleh penderitaan dan kesenangan sepanjang waktu dengan menyatakan ‘penderitaan dan kesulitan ini begitu juga dengan kesenangan dan kebahagiaan adalah bukan milikku. Aku berada jauh melampaui dualitas keadaan ini. Ketika engkau mengatakan, ‘ini bukanlah badanku’ bukankah pernyataan ini secara tidak langsung menyatakan  bahwa, ‘aku’ adalah berbeda dengan ‘badan’? Ketika engkau terpisah dari badanmu, mengapa engkau harus menderita darinya? Kebenarannya adalah, engkau tidak mampu mengatasi khayalan dari keterikatan pada badan dan juga tidak mampu menanggung penderitaan yang disebabkan oleh badan karena engkau masih berada di level manusia. Sadarilah bahwa selama engkau masih terikat pada badan maka penderitaan, kesulitan, dan rasa sakit akan selalu menghantuimu. (Divine Discourse, Jan 1, 2009)

-BABA

No comments: