Wednesday, September 9, 2015

Thought for the Day - 8th September 2015 (Tuesday)

To every being born on earth, Truth is the visible manifestation of God. The entire cosmos composed of moving and immovable objects has emerged from Truth, is sustained by Truth and merges in Truth. Truth is Divine and eternal (Sathyam-Jnanam-Anantham Brahma). Hence everyone must revere Truth. Sathya and Dharma (truth and righteousness) will not submit to anyone. Every kind of strength, physical or otherwise, will have to come under their sway. Success follows Sathya and Dharma. Whatever be your scholarship or position, you have to cultivate respect for human values. Protect Sathya and Dharma always. What students and people must safeguard is not merely nations, but Sathya and Dharma. In turn these values will protect the Universe. Educated persons, who in the name of countries are giving up truth and right conduct, are actually undermining the human civilization. It is more vital to cultivate virtues than go after scholarship or other worldly riches and possessions of transient nature.


Untuk setiap ciptaan yang lahir ke dunia, kebenaran adalah manisfestasi Tuhan yang bisa terlihat. Seluruh kosmos terdiri atas objek-objek yang bergerak dan tidak bergerak yang muncul dari kebenaran, ditopang oleh kebenaran dan menyatu di dalam kebenaran. Kebenaran adalah illahi dan kekal (Sathyam-Jnanam-Anantham Brahma). Oleh karena itu setiap orang harus menghormati kebenaran. Sathya dan Dharma (kebenaran dan kebajikan) tidak akan tunduk kepada siapapun. Setiap bagian dari kekuatan, fisik atau sebaliknya harus berada di bawah kekuasaan dari Sathya dan Dharma. Keberhasilan mengikuti Sathya dan Dharma. Apapun yang menjadi gelar sarjanamu atau kedudukanmu, engkau harus meningkatkan rasa hormat pada nilai-nilai kemanusiaan. Selalu melindungi Sathya dan Dharma. Apa yang harus dijaga oleh para pelajar dan masyarakat tidak hanya bangsa, namun juga Sathya dan Dharma. Sebagai gantinya nilai-nilai ini akan melindungi alam semesta. Orang-orang yang terpelajar atas nama bangsa sedang melepaskan kebenaran dan kebajikan yang sesungguhnya merongrong peradaban manusia. Adalah sangat penting sekali untuk meningkatkan kebajikan daripada mengejar kesarjanaan atau kekayaan duniawi dan harta benda yang bersifat sementara. (Divine Discourse, 20-May-1990)

-BABA

No comments: