Monday, February 19, 2018

Thought for the Day - 18th February 2018 (Sunday)

You may have the best of vegetables, you may be the most capable cook, but if the copper vessel in which you prepare the vegetable soup is not tinned, the dish you cook will be highly poisonous! So ‘tin’ your heart with satya, dharma, shanti and prema (truth, right conduct, peace and divine love), it will then become a vessel fit for repeating the holy name, and for meditation, religious vows, pilgrimage, ritualistic worship and other dishes that you prepare in it. It is an uphill task to reform one's tendencies and character. You may study all the text-books of spiritual practice, all the scriptures, and may even lecture for hours on them, but you will slip into error when temptation confronts you. The heart may appear like a land that is parched and free from any crop of evil, but when the first showers fall, the seeds and roots underneath the soil change the waste into a carpet of green. That is why the human values are so essential.



Engkau mungkin memliki sayuran terbaik, engkau mungkin adalah tukang masak terbaik, namun jika kuali masak yang engkau persiapkan untuk memasak sup sayuran tidak dilapisi dengan timah maka masakan yang engkau masak akan sangat beracun! Jadi ‘lapisi’ hatimu dengan satya, dharma, shanti dan prema (kebenaran, kebajikan, kedamaian dan kasih Tuhan), maka dengan demikian layak menjadi wadah untuk mengulang-ulang nama suci Tuhan, dan untuk meditasi, tirakat agama, perziarahan, ibadah ritual dan bentuk yang lain yang engkau persiapkan di dalamnya.  Merupakan sebuah tugas yang berat untuk merubah kecenderungan dan karakter seseorang. Engkau mungkin mempelajari semua buku-buku praktik spiritual, semua naskah suci, dan bahkan mungkin memberikan ceramah berjam-jam tentang hal itu, namun engkau akan tergelincir pada kesalahan saat godaan menghadapimu. Hati mungkin kelihatan seperti sebuah daratan yang kering dan bebas dari berbagai jenis tanaman yang tidak baik, namun saat hujan pertama turun, maka benih dan akar yang ada di bawah tanah merubah sampah menjadi hamparan hijau. Itu adalah mengapa nilai-nilai kemanusiaan sangat mendasar.   (Divine Discourse, Jan 13, 1965)

-BABA

No comments: