Tuesday, February 11, 2020

Thought for the Day - 9th February 2020 (Sunday)

People experience joy and misery through the ear. Therefore, avoiding the cruel arrows of hard words, one should use sweet, pleasant and soft ones. And to that softness, add the sweetness of truth. Making the word soft by adding falsehood only clears the way for more misery. A person who has become a spiritual aspirant should use very soft, sweet, true and pleasant words. Such a person can be recognised by their good qualities. Thus, of those who have become spiritual aspirants, the mind (manas) is Mathura (birthplace of Krishna), the heart (hridaya) is Dwaraka (Krishna’s capital), and the body (deha) is Kasi (Benares). 


Orang-orang mengalami suka cita dan penderitaan melalui telinga. Maka dari itu, hindari penggunaan anak panah yang kejam berupa kata-kata yang kasar, seseorang seharusnya menggunakan kata-kata yang lembut, menyenangkan dan manis. Pada kelembutan kata-kata, tambahkan rasa manis dari kebenaran. Membuat perkataan lembut dengan menambahkan kebohongan hanya memperjelas jalan yang lebih banyak pada penderitaan. Seseorang yang telah menjadi peminat spiritual seharusnya menggunakan perkataan yang sangat lembut, manis, benar, dan menyenangkan. Orang yang seperti itu dapat dikenali dari sifat-sifat baik mereka. Jadi, bagi mereka yang telah menjadi peminat spiritual, pikiran (manas) adalah Mathura (tempat lahir Krishna), hati (hridaya) adalah Dwaraka (kota Krishna), dan tubuh (deha) adalah Kasi (Benares). (Prema Vahini, Ch 43)

-BABA

No comments: