Sunday, March 29, 2015

Thought for the Day - 29th March 2015 (Sunday)


If the I-consciousness in you, produces the pride “I know all”, a fall is inevitable; the delusion causes death. The secret of salvation lies in the realisation of this danger. Rebirth is inevitable if this danger is not averted. Immerse yourself in spiritual practices, then the world and its worries will not affect you. It is only when you are far from this truth that you suffer, feel pain, and experience travail. At a distance from the bazaar, one hears only a huge indistinct uproar. But as you approach it, you can clearly distinguish the separate bargainings. So too, till you get to know the reality of the Supreme, you are overpowered and stunned by the uproar of the world; but once you enter deep into the realm of spiritual endeavour, everything becomes clear and the knowledge of the reality awakens within you. Until then, you will swirl in the meaningless noise of argumentation, disputation, and exhibitionist flamboyance.
Jika kesadaran akan “aku” ada di dalam dirimu, menghasilkan kebanggaan "aku tahu semuanya", kemerosotan tidak bisa dihindari; delusi tersebut menyebabkan kematian. Rahasia keselamatan terletak pada kesadaran akan bahaya ini. Kelahiran kembali tidak bisa dihindari jika bahaya ini tidak dihindari. Engkau hendaknya melibatkan dirimu dalam praktik spiritual, maka dunia dan kekhawatiran tidak akan mempengaruhimu. Ini ketika engkau berada jauh dari kebenaran ini bahwa engkau menderita, merasa sakit, dan mengalami kesusahan. Dari kejauhan pasar, seseorang hanya mendengar keributan yang tidak jelas. Tetapi ketika engkau mendekatinya, engkau dapat dengan jelas membedakan pedagang-pedagang secara terpisah. Demikian juga, sampai engkau menyadari realitas Yang Agung, engkau dikuasai dan terpana oleh keributan dunia; tetapi setelah engkau masuk jauh ke ranah spiritual, semuanya menjadi jelas dan pengetahuan tentang realitas muncul dalam dirimu. Sampai kemudian, engkau akan berputar-putar dalam kebisingan argumentasi, perdebatan, dan pamer yang tiada artinya. (Prema Vahini, Ch. 16)

-BABA

No comments: