Sunday, February 15, 2015

Thought for the Day - 15th February 2015 (Sunday)

No person or wickedness in this planet is incorrigible. Wasn’t Angulimala, the robber, turned into a kindhearted person by Lord Buddha? Wasn’t the thief Ratnakara transformed to Sage Valmiki? By conscious effort, habits can be changed and character refined. People always have within them, within their reach, the capacity to challenge their evil propensities and to change their evil habits. By selfless service, renunciation, devotion, prayer, and regulation of conduct, the old habits that bind people to earth can be discarded and new habits that take them along the divine path can be instilled into their lives. The purpose of all spiritual literature, poems, epics and books is to discuss the nature of mind, its ways and vagaries, and to inform about the process of reshaping it. Please realize that the mere reading of a book will not vouchsafe discrimination. That which is seen, heard, or read must be put into practice in actual life.

Tidak ada orang atau kejahatan di planet ini yang tidak bisa diperbaiki. Bukankah Angulimala, seorang perampok, berubah menjadi orang yang baik hati oleh Sang Buddha? Bukankah si pencuri Ratnakara berubah menjadi Rsi Walmiki? Dengan upaya sadar, kebiasaan dapat diubah dan karakter diperhalus. Orang-orang selalu memiliki dalam diri mereka, dalam jangkauan mereka, kapasitas untuk menantang kecenderungan jahat mereka dan untuk mengubah kebiasaan buruk mereka. Dengan pelayanan tanpa pamrih, meninggalkan keduniawian, pengabdian, doa, dan regulasi perilaku, kebiasaan lama yang mengikat orang-orang di bumi dapat dibuang dan kebiasaan baru yang membawa mereka di sepanjang jalan ilahi dapat ditanamkan ke dalam kehidupan mereka. Tujuan dari semua literatur spiritual, puisi, epik, dan buku adalah untuk membahas sifat pikiran, cara, dan liku-likunya, dan untuk menginformasikan tentang proses membentuk kembali itu. Engkau hendaknya menyadari bahwa hanya membaca buku tidak akan bisa melakukan diskriminasi. Apa yang dilihat, didengar, atau dibaca harus dipraktikkan dalam kehidupan nyata. [Prema Vahini, Ch. 1]

-BABA

No comments: