Thursday, August 10, 2017

Thought for the Day - 8th August 2017 (Tuesday)

Dhana (Money) is the currency of the world; Sadhana (spiritual practices) is the currency of the spirit. When self-styled devotees come to you with their lists and books seeking donations, do not offer them any money. Why do you need a hall to meditate or repeat the Lord’s Name (dhyana or namasmarana)? The presence of others with unlike intentions will more often be a hindrance rather than help; instead make your home a temple, meditate in your own shrine room. Sing bhajans lovingly in your own home! Above all, be an example to others through your conduct - practice soft loving and truthful speech, be humble, and show reverence to elders. Live with faith, steadfastness and truthfulness. That way you will bring more people into the fold of theism than by establishing societies, collecting donations and running temples. Remember, the Lord really cares for sincerity, simplicity and steady joy in the contemplation of His name and form; nothing else!


Dhana (uang) adalah mata uang dari dunia; Sadhana (latihan spiritual) adalah mata uang dari jiwa. Ketika bhakta gadungan datang padamu dengan daftar dan buku untuk meminta sumbangan, jangan memberikan mereka uang. Mengapa engkau memerlukan sebuah aula untuk melakukan meditasi atau mengulang-ulang nama Tuhan (dhyana atau namasmarana)? Kehadiran orang lain dengan tujuan yang berlawanan lebih banyak menjadi penghalang daripada membantu; sebaliknya buatlah rumahmu menjadi tempat suci, meditasi di ruang pujamu sendiri. Lantunkan bhajan dengan penuh bhakti di rumahmu sendiri! Diatas semuanya, jadilah teladan bagi yang lainnya melalui tingkah lakumu – ucapkan perkataan yang lembut dan penuh kebenaran, rendah hati, dan perlihatkan rasa hormat kepada yang lebih tua. Hiduplah dengan keyakinan, ketabahan dan penuh kebenaran. Caramu ini akan membawa banyak orang pada jalan keTuhanan daripada dengan membangun masyarakat, mengumpulkan sumbangan dan menjalankan tempat suci. Ingatlah, Tuhan benar-benar peduli pada ketulusan, kesederhanaan dan suka cita yang mantap dalam perenungan akan Nama dan wujud-Nya; tidak ada yang lainnya! [Divine Discourse - August 19, 1964]

-BABA

No comments: