Tuesday, October 6, 2020

Thought for the Day - 6th October 2020 (Tuesday)

The temptation to ignore Dharma grows from egoism and the acceptance of false values. The wish to satisfy lower desires is the root of Adharma (unrighteousness). This wish takes hold of you slyly, silently, like a thief in the night; or like a comrade come to save you; or like a servant come to attend on you; or, like a counsellor come to warn you. Oh, wickedness has a thousand tricks to capture your heart. You must be ever alert against the temptation. The wish makes a chink in your consciousness, enters and establishes itself and then multiplies its brood and eats into the personality you have built up with laborious care. The fort is no longer under your control. You have been reduced into a puppet manipulated by these inner enemies. Whenever you try to rebuild yourselves, they undermine the structure and you have to do it all over again. That is the extent of the harm they do! 




Godaan untuk mengabaikan Dharma tumbuh dari egoisme dan penerimaan dari nilai-nilai yang salah. Dengan berharap untuk memuaskan keinginan rendahan adalah akar dari Adharma (kejahatan). Keinginan ini menguasaimu dengan licik, diam-diam, seperti seorang pencuri di malam hari; atau seperti seorang sahabat yang menyelamatkanmu; atau seperti seorang pelayan yang datang menemanimu; atau seperti penasihat yang mengingatkanmu. Oh, kejahatan memiliki seribu tipu muslihat untuk mendapatkan hatimu. Engkau harus selalu waspada terhadap godaan ini. Keinginan membuat sebuah celah di dalam kesadaranmu, memasukinya dan tinggal di sana serta memperbanyak induknya dan memakan kepribadian yang telah engkau bangun dengan perhatian yang melelahkan. Gerbang itu bukanlah lagi ada dibawah kendalimu. Engkau telah hancur menjadi wayang yang dikendalikan oleh musuh-musuh di dalam diri ini. Kapanpun engkau mencoba untuk membangun dirimu kembali, musuh-musuh itu merusak strukturnya dan engkau harus mengulang membangunnya kembali. Sejauh itulah kerusakan yang musuh-musuh itu lakukan! (Divine Discourse, Apr 15, 1964)

-BABA

 

No comments: