Monday, July 18, 2016

Thought for the Day - 18th July 2016 (Monday)

You might say that the karma of the previous birth has to be consumed in this birth and that no amount of grace can save man from that. Evidently, someone has taught you to believe so. But I assure you, you need not suffer from karma like that. When a severe pain torments you, the doctor gives you a morphine injection and you do not feel the pain, though it is there in the body. Grace is like the morphine; the pain is not felt, though you go through it! Grace takes away the malignity of the karma which you have to undergo. There are also dated drugs, which become ineffective after a certain time. Well, so too, with Grace, the effect of karma is rendered null, even though you go through the experience! Hence, it is wrong to say the ‘Lalata likhitam’ (fate written on the forehead) cannot be rendered ineffective. Grace can surpass anything; nothing can stand in its way. Remember, it is the grace of the ‘All-mighty’!


Engkau mungkin mengatakan bahwa karma dari kehidupan yang lalu harus dinikmati pada kelahiran saat sekarang dan tidak ada jumlah rahmat yang dapat menyelamatkan manusia dari hal itu. Dengan jelas, seseorang telah mengajarkanmu untuk mempercayainya. Namun Aku memastikan kepadamu, engkau tidak perlu menderita dari karma seperti itu. Ketika sebuah rasa sakit yang tidak tertahankan menyiksamu maka dokter akan memberikanmu obat bius dan engkau tidak merasakan rasa sakit walaupun rasa sakit itu masih ada di badan. Rahmat adalah seperti obat bius; rasa sakit tidak terasa walaupun engkau tetap mengalaminya! Rahmat mengambil kedengkian dari karma yang harus engkau alami. Ada juga tanggal kadaluarsa dalam sebuah obat yang mana obat itu akan menjadi tidak efektif lagi pada jangka waktu tertentu. Begitu juga dengan rahmat yang akan membuat dampak dari karma menjadi batal walaupun engkau mengalaminya! Oleh karena itu adalah salah dengan mengatakan ‘Lalata likhitam’ (nasib tertulis di dahi) tidak bisa dibuat tidak efektif. Rahmat dapat melampaui apapun juga; tidak ada yang dapat berdiri menghadang jalannya. Ingatlah, ini adalah rahmat dari Tuhan yang Maha Kuasa! (Divine Discourse, 23-Nov-1964)

-BABA

No comments: