Thursday, September 26, 2019

Thought for the Day - 24th September 2019 (Tuesday)

A farmer who wants to raise a crop in the field has to remove, at the outset, the weeds from his field. If different types of weeds grow, the crop will be adversely affected. Removing the weeds is an essential precondition for getting a good crop. Similarly, a spiritual aspirant who seeks to realise 'Atma-ananda' (the joy of bliss), must remove from one’s heart the various manifestations of Rajo and Tamo gunas in the form of malice, desire, greed, anger, hatred and jealousy. These six types of enemies of man are the children of Rajo and Tamo gunas (qualities of passionate activity, dull ignorance and indolence). Sri Krishna explained in Gita that sorrow is the fruit of Rajo and Thamo gunas. The entire world is a manifestation of gunas. Only the person who recognises this truth and removes the two qualities from the heart, will be happy. 


Seorang petani yang ingin meningkatkan hasil panennya di sawah pada awalnya harus mencabut rumput liar yang ada di sawahnya. Jika berbagai jenis rumput liar tumbuh maka hasil panen akan berkurang. Menghilangkan rumput-rumput liar itu adalah prasyarat mendasar untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Sama halnya, seorang peminat spiritual yang ingin mencari dan menyadari suka cita kebahagiaan (Atma-ananda), harus menghilangkan berbagai jenis bentuk dari sifat Rajo dan Tamo dari hati dalam wujud kedengkian, keinginan, ketamakan, amarah, kebencian, dan kecemburuan. Keenam jenis musuh ini dari manusia adalah anak-anak dari sifat Rajo dan Tamo (sifat aktifitas penuh gairah dan kemalasan). Sri Krishna menjelaskan dalam Bhagavad Gita bahwa penderitaan adalah buah dari sifat Rajo dan Thamo. Seluruh dunia adalah perwujudan dari sifat atau guna. Hanya seseorang yang menyadari kebenaran ini dan menghilangkan kedua sifat ini dari hati akan menjadi bahagia. (Divine Discourse, Sep 12, 1984)

-BABA

No comments: