Friday, September 6, 2019

Thought for the Day - 29th August 2019 (Thursday)

Food habits are of primary importance when health has to be secured and maintained. When these are not regulated, health suffers. One should restrain the wild adventuresomeness of the tongue. Among the 84 lakh species of living beings, except humans all live on food as provided by Mother Nature. Man alone strives to make such food more palatable, more attractive to the senses of sight, touch and smell by boiling, frying and freezing, and mixing, grinding and soaking. The consequence of this greed is ill-health and debility. One should realise that food materials, as offered by nature, are really more beneficial. When heat is applied, they lose the vitality yielding components and cannot confer strength and efficiency. The person ages fast and loses the sprightliness of youth. Catering to the cravings of the tongue and swallowing heavy foods three or four times a day can only add to the heap. Regular and limited intakes alone can enable a person to discharge one's duties.


Kebiasaan makan adalah yang terpenting ketika kesehatan harus dijaga. Ketika kebiasaan makanan tidak diatur maka kesehatan menjadi rusak. Seseorang harus menahan pertualangan liar dari lidah. Diantara 8.400.000 spesies makhluk hidup, kecuali manusia, semua makhluk hidup makanan mereka disediakan oleh alam. Hanya manusia yang berusaha untuk membuat makanan menjadi lebih enak, lebih menarik bagi indera penglihatan, sentuhan dan penciuman dengan merebus, menggoreng, membekukan, mencampur, menggiling, dan merendam. Akibat dari ketamakan ini adalah rusaknya kesehatan dan menjadi lemah. Seseorang seharusnya menyadari bahwa bahan-bahan makanan yang disediakan oleh alam adalah benar-benar lebih bermanfaat. Ketika bahan makanan dipanasi maka makanan itu akan kehilangan vitalitas serta menghasilkan komponen yang tidak bisa memberikan kekuatan dan effisiensi. Usia manusia menjadi cepat dan kehilangan kesegaran masa muda. Menyediakan makanan yang diinginkan lidah dan menelan makanan yang berat tiga sampai empat kali dalam sehari hanya bisa menambah timbunan saja. Hanya dengan makanan yang teratur dan terbatas saja yang dapat memungkinkan seseorang untuk menjalankan kewajibannya. (Divine Discourse, Nov 20, 1982)

-BABA

No comments: